Kegiatan

AMM Gubeng Dorong Kader Miliki Ideologi yang Kokoh

25 Januari 2025 · Mochammad Farid Syahrizal/AS · 0x dibaca

AMM Gubeng Dorong Kader Miliki Ideologi yang Kokoh
Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Gubeng sukses menggelar acara Sharing dan Diskusi Jilid I dengan tema "Kader Berideologi Muhammadiyah", Jumat (25/1/2025). Acara yang berlangsung di Masjid Istiqomah Jojoran ini dimulai usai shalat Isya dan dihadiri oleh 25 peserta dari berbagai unsur, seperti Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah, dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM).

Kegiatan ini menjadi bagian dari program upgrading AMM Gubeng untuk memperkuat ideologi dan peran kader dalam bermasyarakat.

Acara ini menghadirkan Ustaz Koko Soesantho SAg MSi, Wakil Ketua PCM Gubeng yang membidangi kaderisasi dan pengembangan ranting. Dalam pembukaannya, Ustaz Koko menjelaskan pentingnya memahami ideologi Muhammadiyah sebagai pondasi hidup dan perjuangan kader.

“Muhammadiyah bukan hanya organisasi, tetapi juga perjuangan yang bertujuan mulia. Otak jangan terlalu lama diparkir. Ibarat laptop, core-nya harus diperbarui agar tidak lemot. Hidup akan semakin berat, dan kader harus siap menghadapinya,” tegasnya.

Ustaz Koko juga menekankan pentingnya manajemen diri bagi kader Muhammadiyah.

"Kader yang tidak selesai dengan urusan pribadinya akan sulit berkontribusi untuk Muhammadiyah. Maka, mengetahui tujuan hidup adalah kunci agar tidak salah arah," tambahnya.

Sesi diskusi berlangsung dengan sangat interaktif. Farid, perwakilan Pemuda Muhammadiyah, bertanya tentang bagaimana seorang kader bisa menghadapi keterbatasan yang dialami di setiap fase kehidupan. Ustaz Koko menjawab bahwa kunci utamanya adalah menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup yang dilandasi tanggung jawab dan cinta.

Pertanyaan lainnya datang dari Salsa, perwakilan Nasyiatul Aisyiyah, yang menanyakan cara menghadapi seseorang yang mengaku sebagai kader tetapi tidak mencerminkan nilai-nilai Muhammadiyah.

Menanggapi hal ini, Ustaz Koko menjelaskan, "Bersamai mereka selama prosesnya. Cinta kepada Muhammadiyah harus terus ditanamkan, karena nilai-nilai itu tumbuh seiring waktu."

Acara ditutup dengan pesan penuh makna dari K.H. Ahmad Dahlan: "Hidup-hidupilah Muhammadiyah, tetapi jangan sekadar mencari hidup di Muhammadiyah." Pesan ini menjadi pengingat bahwa kader Muhammadiyah harus berkontribusi aktif untuk umat, menjadikan hidup bermakna sebagai rahmatan lil alamin.

Safari Masjid Jilid I ini menjadi awal yang baik bagi AMM Gubeng dalam mencetak kader Muhammadiyah yang berideologi kokoh, siap menghadapi tantangan zaman, dan berkomitmen terhadap perjuangan dakwah Islam.
Bagikan:

Berita Lainnya